Kenakalan remaja (Juvenile Deliquency) adalah perilaku yang menyimpang (up normal), tidak wajar dalam pandangan orang-orang baik dan bertentangan dengan norma-norma agama.
Kadangkala kita merasa heran karena kalau dilihat perilaku ini, kita biasa bertanya : apa sih untungnya mereka menjadi nakal ?
Mengapa justru mereka memamerkan diri bahwa mereka nakal ? kan aneh, padahal perbuatan yang negatif. Mereka biasa maunya to show only. Membingungkan orang tua kadang-kadang. Diperhatikan terus, dinasehati mereka jengkel, bosan dengar nasehat, tidak dinasehati, hanya diberi uang saja, katanya : aku kurang diperhatikan orang tua. Pokoknya orang tua menjadi bulan-bulanan menghadapi remaja seperti ini.
Peningkatan kejahatan, criminal action, broken home, terlibat penyalah gunaan obat-obatan untuk para remaja. Kenakalan remaja ini diakibatkan oleh beberapa faktor, tapi kebanyakan disebabkan oleh pengaruh lingkungan dimana mereka bergaul.
The crimal attitude/ bad attitude kadang dipicu dengan sifat ingin terkenal. Tidak peduli apakah terkenal positif atau negatif, mereka tidak peduli.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku remaja, kurang lebihnya menurut pendapat DR Kartini Kartono adalah :
1. Faktor dari pribadi anak hanya 25 %,
2. Faktor dari 15 % saja,
3. Faktor lingkungan 65 %.
Jalan Keluar yang harus ditempuh sebaiknya :
Solusi semua permasalahan kembali kepada pemantapan nilai-nilai reliji, iman dan takwa, rasa takut kepada Allah harus ditingkatkan, dan mengingatkan mereka dengan akibat yang ditimbulkan kalau berperilaku jahat, di dunia tidak aman, di akhirat masuk Neraka.



